Starter Entrepreneur: Keep It Simple, Bro!

Jujur aja, gue masih jauh dari kata pengusaha sukses. Banyak yang bilang gue tipe safety player—orang yang main aman dalam bisnis. Ya, ada benernya, tapi nggak 100%. Karena, apapun bisnisnya, selalu ada unsur spekulasi alias “gambling”. Satu hal yang pasti, gue belum ada niat buat ngembangin bisnis gue jadi “big coy ltd” yang ribet.

Bisnis gue dari dulu ya begitu-begitu aja, simpel. Struktur perusahaannya nggak gede-gede amat, mirip kayak warnet gue. Pemasukan sih masih puluhan juta, belum tembus ratusan juta apalagi miliaran kayak pengusaha lain. Gue lebih suka on track dan main aman.

Dulu, gue mulai karir dengan jualan disket “kipas sate” yang isinya DOS, WS, dan Lotus di SMA (sorry ya, guru komputer SMA 3 Bekasi kalau kebaca ini! 😄). Mulai dari teknisi cabutan, jadi guru komputer, terus bikin usaha di tahun 1999, dan buka warnet tahun 2000. Gue selalu stay di dunia komputer. Temen-temen sering banget nawarin bisnis lain, tapi selalu gue tolak dengan halus. Gimana ya, gue nggak akan terjun ke bisnis yang gue nggak paham. Ya, mungkin gue termasuk orang yang takut perubahan besar, apalagi kalau harus banting setir ke bidang yang nggak gue kuasai.

Dalam bisnis, gue selalu terlibat langsung. Di perusahaan dan warnet gue, nggak ada tuh istilah “middle-man”. Gue suka nge-handle bisnis sendiri, bukan berarti gue suka ngatur-ngatur kerjaan karyawan, ya. Selama mereka kerja bener dan nggak bikin rugi perusahaan, silakan aja mereka kerjain dengan cara mereka sendiri.

Lalu, kenapa gue nggak bikin perusahaan gede kayak temen-temen lain? Bikin perusahaan, rekrut akuntan, HRD, dan segala macemnya, terus gue tinggal duduk manis? Well, cara itu bener dan gue setuju. Tapi, menurut gue, buat yang modalnya pas-pasan, cara ini nggak efektif. Selain butuh biaya gede, lo juga bakal kesulitan nge-control usaha lo. Tapi, bukan berarti lo harus ngurus semuanya sendiri ya. Tetap cari karyawan buat bantuin, tapi yang penting, lo jangan habisin waktu buat kerjaan yang sebenernya bisa didelegasikan.

Percaya deh, kalau lo ngurus semuanya sendiri dan tiba-tiba ada masalah besar, siap-siap aja collaps kalau nggak punya dana cadangan. Tapi, dengan perusahaan yang strukturnya simpel dan masih bisa lo kontrol, kalau ada masalah, jatuhnya cuma lecet-lecet doang, bukan langsung ambruk.

Jadi, buat lo yang baru mulai usaha dan modalnya belum gede, jangan takut buat terjun langsung di bisnis lo. Banyak orang baru yang buka usaha, merasa langsung jadi bos, nggak mau turun tangan. Padahal, lo harus terlibat di hal-hal yang bisa lo kerjain sendiri. Tapi inget, jangan juga lo jadi superman dan ngerasa bisa handle semuanya sendirian. Nggak ada orang yang bisa ngelakuin semuanya. Fokus aja sama apa yang lo bisa, biar ada waktu buat inovasi dan ningkatin pemasukan.

Contoh nih, gue masih IT guy di warnet gue sendiri, makanya gue pake Linux buat OS-nya. Kenapa? Karena lebih gampang maintain, no virus, no blue screen, no drama, dan yang paling penting, legal!

Intinya, strategi ini cocok buat gue, tapi nggak jaminan cocok buat lo juga. Jadi, bijaklah dalam memilih. Ini cuma opini dari seorang pengusaha kecil.

Kalau lo punya strategi lain yang lebih keren, jangan ragu buat share! Let’s discuss!

Kamu mungkin juga menyukai

2 Komentar

  1. Abang Anjar Benar Banget ( ” e ” nya pake logat Sulawesi )

    Gw pernah nangis Bombay karena Usaha yang gw bikin and gw modalin pake hampir semu tabungan gw kandas and yang tertinggal cuma ” air mata ” dan kesedihan.

    Tapi emang ” Yang Diatas ” kasih Pelajaran ke gw ga sia sia, semua ada maknanya and yang gw rasain makna nya gede banget……

    Sampe akhir nya gw tau siapa seluk beluk diri gw sendiri…

    Thanks bang Anjar yang dah mau Share

    ” Your Story is a Remain call for my Experience “

  2. memang lebih aman sih model kek ente.

    kalo menurut ane, mending yg gak gede2 amat yang penting kontinu, pelan tapi pasti (meskipun memang cepat dan pasti mungkin lebih baik)

    soal mengontrol, memang lebih baik kalo owner bisa mengontrol langsung usahanya, karena tidak sedikit usaha yang stop karen a lepas dari kontrol ownernya 😉

    @Bhakti: Sulawesi mana, kasi jelas to :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *