Beberapa tahun lalu, dunia warnet di Indonesia kena “geger besar.” Warnet-warnet yang biasa santai pakai OS bajakan tiba-tiba disapu razia besar-besaran di seluruh Indonesia. Pengusaha warnet jadi kelimpungan—terutama yang nggak nyadar kalau beli CD software seharga 20 ribu di Glodok itu ilegal. Mau nggak mau, mereka harus hadapi kenyataan pahit kalau yang mereka lakukan itu melanggar hukum.
Setelah razia itu, banyak pengusaha warnet minta waktu buat “legalisasi.” Ada yang ngerasa kalau pemerintah lebih memihak “orang besar” dan enggak adil sama usaha kecil. Maklum, waktu itu memang sosialisasi tentang risiko pakai software bajakan belum merata. Akhirnya, pemerintah kasih kelonggaran, dan Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI) lewat Bu Judith MS berhasil melobi Microsoft buat kasih solusi berupa Microsoft Software Rental Agreement (MSRA).
Dua Tahun Setelah Razia: Masih Ada yang Pakai OS Bajakan?
Dua tahun berlalu, sosialisasi soal penggunaan software legal udah gencar banget. Teman-teman dari KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) bahkan udah rajin banget kampanye tentang open source. AWARI udah maksimal ngasih informasi, dan sekarang pun udah ada AWALI (Asosiasi Warnet Linux Indonesia) buat warnet yang pakai open source.
Pemerintah, yang awalnya tegas, sekarang lebih mendorong open source sebagai pilihan lebih terjangkau. Tapi herannya, razia OS bajakan terulang lagi. Padahal, sosialisasi udah jalan dan contoh nyata juga udah banyak, tapi masih aja ada warnet yang pakai software bajakan.
Kenapa Masih Minta Dimaklumi?
Sekarang udah banyak warnet yang jalan legal. Ada yang beli lisensi Windows asli, ada yang pakai Linux. Mereka paham kalau pakai OS bajakan itu nggak legal. Tapi kenapa, ya, masih ada yang minta dimaafkan? Bahkan sampai ada yang beralasan kalau pemerintah nggak adil.
Mirisnya, warnet yang udah beli Windows asli malah dibilang “sok kaya,” dan yang beralih ke Linux malah dibilang “sok pintar.” Padahal, nggak ada yang salah dari pilihan legal ini. Yang terjadi di sini justru blunder dari warnet yang masih pakai OS bajakan dan terus minta dimaklumi.
Siapa yang Egois di Sini?
Kalau ngomongin egois, jelas yang paling egois adalah warnet yang masih pakai OS bajakan dan terus minta ampunan. Mereka nggak mau jadi legal, baik itu dengan beli lisensi asli atau pakai Linux, tapi masih mau terus “dimaafkan” kalau kena razia. Alasannya? “Windows original mahal.” Padahal, ada Linux yang gratis dan legal.
Takut pelanggan kabur kalau pakai Linux? Semua warnet Linux pasti pernah ngalamin fase transisi yang nggak gampang. Tapi mereka bisa bertahan. Setiap edisi majalah InfoLinux juga sering banget tampilkan cerita warnet yang sukses beralih ke Linux. Jadi, apa benar Linux masalahnya?
Bukti Nyata: Linux Bukan Penyebab Warnet Bangkrut
Masalah bangkrut atau enggak, itu lebih ke arah manajemen warnet, bukan pilihan OS semata. Ada warnet yang waktu razia pertama langsung pindah ke Linux. Beberapa bulan, mereka balik lagi ke OS bajakan gara-gara katanya “sepi pelanggan.” Tapi enam bulan kemudian, warnet itu tetap aja bangkrut. Apakah Linux penyebabnya? Tentu nggak. Masalahnya mungkin di manajemen, strategi lokasi, atau pemasaran.
Linux: Tantangan atau Peluang?
Banyak warnet yang terbukti berhasil jalan dengan Linux. Jadi, kalau ada yang bilang Linux nggak bisa buat bisnis warnet, itu cuma mitos. Justru Linux bikin pengusaha bisa berkreasi lebih luas, karena sistem ini open-source dan fleksibel. Nggak harus pakai Windows buat jalankan internet café, kok. Pengusaha kecil bisa tetap jalan dengan legal tanpa harus bergantung pada software bajakan.
Internet Itu Kebutuhan, Bukan Alasan
Udah waktunya berhenti pakai alasan “butuh internet murah” buat justifikasi OS bajakan. Kalau dulu masih banyak yang nggak paham atau belum ada sosialisasi, oke, tapi sekarang kan udah berbeda. Dengan begitu banyaknya informasi dan pilihan legal yang ada, sudah waktunya buat kita beralih ke solusi yang legal.
Ini saatnya berhenti dari blunder ini. Ambil langkah nyata, baik itu dengan beli lisensi Windows asli atau pakai Linux yang gratis. Pilih jalur yang benar dan etis. Bersama-sama, kita bisa bangun bisnis yang berkelanjutan dan ikutan memajukan industri teknologi di Indonesia.
Langkah Nyata yang Bisa Diambil
Masih pakai OS bajakan di warnet atau bisnis kamu? Sekaranglah waktunya berubah. Jangan tunggu sampai razia datang lagi. Mulai cari solusi legal, baik itu lisensi resmi atau pindah ke Linux. Dengan begitu, bukan cuma bisnis kamu yang aman, tapi kamu juga ikut mendukung ekosistem teknologi yang lebih sehat di Indonesia.
Siap buat move on dari OS bajakan? Jangan tunda lagi—pilih solusi legal sekarang juga!
40 Komentar
btw… kok msh sepi ya
jadi inget sama ketua awari yang dulu giat menyuarakan opensource, setelah jadi ketua awari jadi paling di depan untuk mengemis seperti di atas. IRONI….
setuju A Anjar, emang aneh orang orang di negara ini , heuheuheue.
btw “blunder” artinya apa ya?
mantap…. setuju abiezzzzzz
Saya sangat setuju sekali 🙂
#Denic
BTW, soal ketua AWARI (Irwin), kemarin saya ada bincang-bincang dengan dia soal open source dan dari apa yang saya dengar, AWARI open pada rencana-rencana yang ingin digulirkan oleh komunitas Open Source.
Selama ini yang datang ke dia kebanyakan dari Propietary, mungkin rekan-rekan Open Source bisa coba contact untuk mengadakan sesuatu kerjasama antara AWARI dengan komunitas Open Source.
tenang aja Bung Anjar, setau ane disurabaya udah ada 10 warnet yang pakai zencafe 1.2, nanti 5 lagi menyusul hehehe bukannya promosi soalnya ane yang install warnet mereka
so hajar Bill Gates Dkk dengan wincuknya
Hidup Linus Torvald dengan OpenSourcenya
sundul lagi ah 🙂
@denic, betul kata mas vavai, ane sendiri yakin mas irwin (ketua AWARI) tidak akan gegabah untuk hanya mendukung produk tertentu, mungkin kebetulan saja karena gencarny pihak propietary melakukan loby sehingga hanya ini yang muncul ke permukaan, karena sepengetahuan ane mas irwin dan beberapa pengurus AWARI pun cukup banyak yang menggunakan sistem operasi open source di warnetnya.
@pradna, pertanyaannya udah ane jawab.
@Rudy Hartono, betul om ane sendiri optimis kesadaran masyakat Indonesia akan masalah HAKI ini lambat laun akan meningkat. Tujuan ane nulis artikel inipun untuk memancing kesadaran teman-teman warnetter yang masih belum sadar dan mudah2an sedikit banyak “tergugah” untuk menyadari klo apa yang dilakukan selama ini dengan meminta diperbolehkan menggunakan produk bajakan adalah tidak benar karena permintaan ini sedikit banyak akan merugikan teman-teman warnetter lain yang telah berusaha untuk legal.
Go…go.. linux 🙂
ya gitu deh… 😀
benar om bukan karena os ya!!
manajemennya !! jangan os yang disalahkan buktinya tempat saya ada lima warnet semua pakai windows tempat saya pakai linux tapi tempat ku ramai terus Amin!!!
hidup warnet linux!!! hehehehe……. 😀
AYOO SEMUA WARNET LINUX………
mari sama2 buat paket kalo ngenet sampe 3 ato 5 jam, dapet gratis 1 cd zencafe terbaru biar mereka pada nyebarin zencafe di kompi or laptopnya….
ayo sekolah2, kampus2 pake zencafe…..
ayo POLISI !!! sering2lah razia warnet bajakan…!!!!
ayo om Anjar, mari sama2 melinux kan indonesia..!!!!
oh…
yaya…
saya belum nemu warnet linux…
ohya…
saya mau tanya2 soal planet bekasi donk..
kalau sempat tolong email ke
[email protected]
terima kasih…
mas mau tanya cara seting canon mp145 ke zencafe gimana caranya
Alhamdulillah saya pake zencafe di warnet saya..
Lancar.. kalo user gak ngerti,mereka tinggal tanya. It’s eazy..
Ttg penjajahan, setuju mas Ahardiena. Kita merasa dijajah kalo mereka bawa tentara. Tapi kalo mereka bawa budaya en cara hidup, kita ga ngerasa dijajah dengan hak cipta or HAM.
Kita masih dijajah!
Btw..
komputer di warnet pernah disita polisi, 2 komputer masih pake win*, komp admin ‘n komp client.
nebus sandera 500rb.. uhuk2..
padahal di kantor polisi sendiri masih pake win* bajakan.. real ash*** !
tetep berjuang … selamatkan bangsa dan negara kita dari kaum penjajah kapitalis ..
merdeka !!!!
bener, bkn OS yg jd masalah, manajemen sm keparanoidtan yg menjadi kendala, pdhl mah bg gw linux dgn desktop XFCE lbh friendly drpd windows lagian jg orang k warnet, dtg, daftar, bk browser atau ngetik, surfing, saving ke FD atau print, juga burning. lg linux lbh aman dr virus dan warnet jg lbh aman kompinya klo di login bkn sebagai root, yg notabene hny bs ngutak atik home user folder, jg linux g bth hardware mahal klo masalah ngegunain ckp ksh petunjuk penggunaan di desktop. btw salut bwt Zencafe… nanti gw download trus gw tiban windows gw, wakaka…
thank ya zencafe….dah 3 minggu ini saya pake zencafe…minggu pertama dan kedua pelangan warnet sepi banget ….tapi sekarang dah mulai normal..dan tanpa saya sangka kemaren orang razia warnet dah 2 tahun buka warnet baru kemaren polisi razia…cuman warnet saya yang tetep buka..warnet yang lain pada tutup..padahal saya iseng2 aja mo ganti linux cari2 di internet….ketemu zencafe..sekali lagi thank ya ….walaupun printernya ampe sekarang ga bisa ngeprint :(.. gpp saya akan belajar terus…he.hehehe
Salah satu resiko jadi pemimpin adalah bakal sering disalah artikan hanya berdasar berita-berita ataupun kabar kabur dan rupanya saya juga sudah terbiasa dengan hal tersebut.
Tentu jika teman2 semua bisa melihat ke internal kami di Awari akan lebih bisa mengerti langkah-langkah yang kami lakukan.
-hint: masalah warnet sekarang bukanlah semata-mata perang OS, tapi image negatif masyarakat terhadap internet.
Kemudian saya juga menegaskan ke teman-teman agar jangan biasakan memandang pihak lain sebagai “negatif” tapi cobalah mengkaji langkah-langkah itu tujuannya apa, lihat efek jangka panjangnya. Pengalaman menunjukkan bahwa kadang saya harus “sleeping with the enemy”. Selama itu untuk mencapai tujuan, saya akan lakukan.
Apakah mas juga pemilik warnet? Warnet punya mas sekarang pakai windows ORI atau pakai linux?
mohon di-share dong…
Terimakaish banyak.
@irwin, betul skali om, saat ini masalah OS bukan lagi jadi isu utama. Mo pake Windows atau pake Linux selama OSnya halal (red: bukan bajakan) silahkan bersaing secara fair. Banyak warnet Linux yang sampe saat ini tidak terpengaruh dengan banyaknya saingan warnet Windows bahkan yang menggunakan bajakan sekalipun, Alhamdulillah warnet ane mengalaminya dan ane rasa warnet entepun mengalaminya. Hanya saja kesan yang muncul saat ini adalah yang pake Windows Ori dan Linux adalah pengusaha warnet bodoh yang mau-maunya keluar duit (win Ori) atau nekat (linux), kenapa harus repot2 keluar duit, kenapa harus nekat, toh pake bajakan juga ga masalah paling klo lagi apes wnetnya kena razia klo ga apes ya selamat mengeruk keuntungan sebesar-besarnya deh (apalagi dengan blunder dan pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh sebagian besar warnet bajakan seperti di artikel yg ane tulis ini) dan ini yang selama ini banyak dikeluhkesahkan teman-teman yang menggunakan sistem operasi legal ke ane baik mereka yang menggunakan sistem operasi Windows original maupun sistem operasi Linux. Memang saat ini internet dipandang negatif bagi banyak pihak, namun bukan berarti untuk merubah sudut pandang negatif tentang internet menjadi positif kita mengesampingkan soal legalitas ini dan menganggapnya bukan masalah yang perlu dipermasalahkan.
@asrofi, Ane mempunyai sebuah wnet kecil dan menggunakan Linux sebagai sistem operasinya, terlepas dari itu menggunakan Windows ataupun Linux itu merupakan pilihan dan kemampuan. Ane merasa Linux sudah dapat memenuhi semua kebutuhan di Warnet ane bukan berarti hal ini berlaku juga di Warnet ente. Selama kita menggunakan sistem operasi yang legal ane lebih menyerahkan kepada kebutuhan dan kemampuan teman-teman sendiri.
#asrofi,
Warnet saya di Makassar dan sejak dibuka tahun 2000 menggunakan Linux :), saat ini (di Jakarta) saya lagi tidak punya warnet. Sedang ngumpulin modal.
#hardiena,
bukan maksudnya menyampingkan legalitas, namun kami melihat ada persoalan mendasar yang menyebabkan legalitas itu sulit dipenuhi. stigma buruk adalah salah satunya. yang lain adalah tidak mampunya warnet memperlihatkan ke masyarakat sisi positifnya dan beberapa persoalan lainnya. Keyakinan saya adalah: jika bisnis itu berjalan baik, maka legalitas bukanlah masalah.
Mungkin internet dicap buruk karena penyalahgunaan fungsinya
seperti pornsites, hacking, penyebaran virus, game online yg bersifat membuat kecanduan, dsb
tp manfaatnya sebenarnya lebih banyak, anak sekolah atw kuliah nyari bahan di internet, social network di internet, ngeblog di internet, forum diskusi. dll
alhamdulillah sejak mendalami linux, yg asyiknya bisa ngalihin dr hal negatif seperti bk situs porno 😀
jd menurut saya, pihak yg menilai internet negatif hanya melihat dengan sebelah sisi dan tidak objektif yah meski itu hak mereka juga untuk beropini.
Betul juga mas, bukan karena OS nya yang membuat sebuah usaha ( warnet,red ) menjadi gulung tikar, tapi karena manajemen mereka mungkin kurang bagus. Good Luck… Go Go ! Linux !
Thanks buat semuah nya….:)
Gw baru belajar linux nich tapi banyak kesulitanya…tlng donk sapa yg bisa gw hubungin kirim ke email gw aza yachh …
[email protected]
Thakns All
Pak… Mohon masukan dan Bantuannya dong,Saya Punya Warnet ada Rencana mo Migrasi dari Windows ke Linux cuma Saya gak Paham Cara dan step2 nya untuk migrasi ke Linux,Maklum Pemula & Awam tentang Linux.
Bapak bisa kirim masukan dan Bantuannya mengenai cara dan step2 untuk Warnet Linux ke Email : [email protected]
Terima kasih atas Waktu dan Bantuannya yang Berharga.
gua cuma sampaikan unek2, yang jelas pemerintah masih kaya ***, buat aturan ya dijalankan bukan dilanggar sendiri, hanya bikin resah masyarakat, lha ini yang benar mana yang salah mana? gua sendiri pemakai linux, gua cuma sedih sama indonesiaku,
Buat temen2 yg expert nih di Linux, bantuannya utk paling tidak ngasih referensi di mana saya bisa cari guideline utk hijrah dari Win ke Linux. Warnet mau saya hijrahin, udah brp bulan ini saya rencanakan tapi belum tau caranya dan masih takut utk utak atik tanpa ada guide yg jelas. Dan yang sangat penting buat warnet saya adalah deepfreeze & webcamnya.. yg lain saya rasa linux sudah punya, tapi apakah yg 2 ini bisa jalan di zencafe?
Makasih dan berharapa bantuannya!
Salam,
KayNet Lombok
power for life…
kekuatan utk bertahan hidup mendorong saya beralih ke Linux, sembari tidak menginjak-injak hak Microsoft.Saya rasa, apabila semua pemilik warnet berfikiran seperti saya, tidak ada kata susah untuk beralih ke open source.Kenapa orang senang memakai Windows? Karena sejak awal mereka dikenalkan pada barang bajakan yg mudah didapat dan dinikmati.Mulai dari sekolah, hingga perguruan tinggi, bahkan di meja kerja.Ala bisa karena biasa.Mematikan kreatifitas diri, hanya menunggu sesuatu dihidangkan di atas meja, tanpa mau memasak sendiri.
Sudah sebulan saya meninggalkan Windows (krn MSRA berakhir), tetapi dalam seminggu (Alhamdulillah) saya bisa mengkompilasi, menginstal, dan menyesuaikan Linux di warnet saya. Saya bahkan bukan seorang programer, atau ahli hardware. Saya tidak pernah merasakan namanya kursus komputer, tidak pernah sekalipun menyentuh pelajaran komputer waktu SLTP dan SLTA (ibu sy tdk mampu membiayai saya utk ikut ekstarkurikuler waktu itu). Teman -teman rata2 (yg ahli software Windows) kala itu sangat gengsi mengajarkan kepada saya yg gaptek.Yg ternyata mereka pun rupanya dapat pengetahuan dari barang (maaf) bajakan.
Namun bukan berarti hal itu membuat saya berhenti. Saya menempuh jalan autodidak. Ngapain? Diam saja berarti bunuh diri, tergilas roda teknologi & informasi.(Sorry agak melenceng neh)…
Pengalaman itu mengantarkan saya bisa membuka warnet kecil2an, yg meskipun kecil, tapi punya MSRA, dan dengan hormat ketika MSRA itu berakhir, saya beralih ke LINUX.LINUX sendiri jauh lebih mudah dipelajari daripada Windows.
Intinya, apabila tidak ada kemauan untuk berubah dari pribadi pemilik warnet, saya rasa sangat sulit untuk mereka beralih ke Open Source.
Sebenernya ujian-ujian yang di hadapi pengusaha warnet selama ini, tanpa kita sadari dengan adanya pembatasan-pembatasan seperti soal legalitas sistem operasi di warnet, pornografi dan lain-lain akan menjadikan kita pengusaha warnet yang “tahan banting”.
Karena inti dari bisnis warnet adalah menjual jasa, bagaimana kita menjual suatu pelayanan terhadap pengguna warnet. Yang di jual warnet bukan sistem operasinya, juga bukan bebas akses website pornonya melainkan bagaimana menjual, that’s it, no more no less.
Ane pernah dengar cerita tentang seorang penjual sangkar burung di Amerika yang sangat sukses sampai perusahaanya bisa listing di bursa saham, yang klo kita pikir apalah arti sebuah sangkar burung, apa sih kelebihannya, seberapa banyak sih kelebihan feature tu sangkar burung yang bisa pengusaha tersebut berikan sampai bisa mengalahkan pesaingnya namun yang perlu kita ambil hikmahnya adalah bagaimana caranya kita bisa mengemas sebuah sangkar burung sampe menjadi mesin uang bagi pemiliknya. Begitu pula dengan Warnet. 😉
Dua duanya memiliki keunggulan defakto masing masing Linux is Free = Bebas A.K.A not GRATIS ingat-ingat , MS = $ jelas dan tak perlu di Bahas, yg perlu di garis bawahi adalah kesadaran Menghargai HAKI, just it, dengan begitu akan muncul Kreatifitas yang dpt menjual, selamat berbisnis Waroeng Internet with open Source,
M.Dede
lagi ngelola warnet 4Pc dengan Distro Varian Ubuntu, masih sepi tapi coba terus ingin berkreasi dan elaborasi dengan open source Peace 🙂
Baru mau buka warnet linux di karawang, ada yang bisa bantuin ngga ?, misalnya software apa yang paling bagus (OS) yang harus dipake atawa billing warnetnya apa ?. Tolong dong !. Sankyu nih seblonnya
mau tanya boz cepetan mana pake zencafe ato window untk browsing dan donlot. trims
tutorial yang bagus banget mas,
nanya dikit-dikit yh…!!!!
gini mas, paman saya kan mau bikin warnet dengan os linux.
yang mau saya tanya:
1. distro linux yang paling banyak orang pake apa.?
2. distro linux yang stabil buat jaringan atau server atau buat print ke server lain apa.?
3. yang paling stabil kira-kira apa yah.?
5. server linux banyak orang pake apa..?
6. os di warnet banyak pake apa.?
terima kasih banyak mas,
kalau bisa jawabannya di kirim ke email [email protected]
mazzz tolong dong infonya,,bagaimana cara instal printer canon 1980 di zencafe.saya baru menggunakan linux. thanks
di warnet yang saya kerja udah pakai linux zencafe 2.0, ternyata mantap
cuma saya masih bingung soal print canon MP140 ga bisa terinstall, saya udah coba download tp ga bisa jalan juga….
ada yang tau ga caranya??? plis bantu aku yah….
Terima kasih Pak Hardie sudah berkunjung ke blog saya 😉
Iya pak, mari sukseskan open source di Indonesia.
@asri: kebetulan di warnet aq pake mp 145. (sekarang lagi mangkrak, cause gag bisa narik kertas… hiks) drivernya hanya berbentuk rpm n deb.
coba diakalin pake deb2tgz atau rpm2tgz.
baru setelah itu diinstall biasa. terus add printer.
scannernya juga bisa jalan. printing bisa b/w n clr. tapi max resolusi cuman 600 dpi. printing dari client juga bisa dilakukan dengan sukses.
langkah-2nya sayang sekali gag saya dokumentasikan. dan rada-2 lupa juga.
salam
dS
setuju bang! bukan OSnya tapi blm rejeki aja makana bs bangkrut.