Selama ini, banyak yang berpikir kalau desain grafis cuma bisa maksimal dengan software kayak Photoshop atau CorelDRAW. Nggak heran sih, karena dua aplikasi itu emang udah lama jadi andalan di dunia desain grafis. Tapi ada anggapan keliru kalau software open source kayak GIMP dan Inkscape nggak bisa ngasilin karya berkualitas. Apa iya? Tentu nggak!
Masalahnya bukan di software yang dipakai, tapi di skill si desainer itu sendiri. Juga, soal etika—nggak lucu kan kalau karya kita udah laku keras tapi ternyata software yang kita pakai buat bikin karya itu malah bajakan? Ironis, bukan?
Skill Itu Penting, Alat Nomor Dua
Kalau ada yang nanya, “Ada yang lebih bagus dari Photoshop, nggak?” Jawabannya simpel: “Tergantung.” Alat yang bagus nggak akan banyak berguna kalau penggunanya nggak punya skill dasar desain. Sama aja kayak punya kuas mahal tapi nggak bisa ngelukis—hasilnya tetap aja nggak maksimal.
Buktinya? Banyak desainer pro yang pakai GIMP dan Inkscape buat bikin karya keren. Contohnya di lomba desain grafis yang diadakan FOSS-ID pakai GIMP dan Inkscape, karya yang masuk nggak cuma bagus, banyak yang profesional banget. Para peserta ini buktiin kalau alat hanyalah alat; yang bikin karya jadi luar biasa ya si desainer itu sendiri.
Dari Hobi Sampai Profesional: Kisah Para Pemenang Lomba
Dalam kompetisi desain grafis FOSS-ID, ada tiga pemenang yang karyanya benar-benar profesional. Mereka adalah:
- M. Guruh Hanafi (Juara I)
- Adhicipta R. Wirawan (Juara II)
- Rizal Arief Kurniawan (Juara III)
Menariknya, mereka nggak cuma pakai GIMP dan Inkscape buat hobi, tapi juga buat proyek profesional. Ini bukti kalau software open source kayak GIMP dan Inkscape itu mampu banget buat ngedukung kebutuhan desainer, baik buat kerjaan komersial atau personal.
Waktu ditanya soal pandangan mereka soal software bajakan, jawaban mereka tegas dan jelas:
- M. Guruh Hanafi: “Hare gene masih pake sopware bajakan? Apa kata akherat? Pakelah sofware halal 100% dan gratis 1000%!”
- Adhicipta R. Wirawan: “Jangan pernah bangga kalau berkarya pakai software bajakan! Ini bukan soal moralis, tapi soal prinsip. Kalau bisa dapat software berkualitas tanpa melanggar hukum, kenapa nggak?”
- Rizal Arief Kurniawan: “Silakan pakai software bajakan kalau mau hidup susah!” Pakai software ilegal mungkin gampang di awal, tapi bisa bawa konsekuensi yang bikin pusing di kemudian hari.
Open Source: Alternatif Legal yang Keren
Banyak yang nganggap software open source itu pilihan “murah” atau “cadangan.” Tapi sekarang, GIMP dan Inkscape udah berkembang jauh jadi alat yang sangat mumpuni. GIMP punya banyak fitur mirip Photoshop, dan Inkscape sebagai editor vektor mampu banget bersaing sama CorelDRAW.
Yang bikin open source beda adalah lisensinya. Dengan software open source, kita dapat alat keren plus kebebasan buat modifikasi dan berbagi. Ini bikin open source jadi solusi yang legal dan etis, terutama buat desainer yang pengin kerja tanpa melanggar hukum.
Hasil Karya Para Pemenang
Ini beberapa karya keren dari pemenang lomba FOSS-ID yang pakai GIMP dan Inkscape:
- Bohlam Linux oleh M. Guruh Hanafi (Juara I): desain keren yang pakai simbol bohlam buat mewakili inovasi di dunia open source.
- Pahlawan Open Source oleh Adhicipta R. Wirawan (Juara II): penghormatan buat mereka yang memajukan gerakan open source.
- Mengapa Lisensi Harus Jadi Beban oleh Rizal Arief Kurniawan (Juara III): karya ini mengangkat isu pentingnya kebebasan dalam menggunakan dan berbagi software.
Kesimpulan: Pilihan di Tanganmu
Desain grafis pakai software open source kayak GIMP dan Inkscape bukan cuma bisa, tapi hasilnya juga nggak kalah keren. Jadi, nggak ada alasan lagi buat bergantung ke software bajakan. Kalau kamu punya skill dan kreativitas, alat apa pun bisa ngasilin desain yang keren.
Pakai software open source artinya kita juga ikut dukung gerakan legalitas dan kebebasan teknologi. Yuk, bangga berkarya dengan software yang halal dan legal!
16 Komentar
kalao program sprti dreamweaver di linux ada ga mas???
@free: coba bluefish
Untuk programming web berbasis GUI, bisa menggunakan BlueFish atau juga bisa menggunakan Kompozer
Masih bagus Adobe sih kalo GImp interfacenya kurang
@handika, coba cek Gimp versi 2.7 keatas 😉
Saya harap artikel tentang desain grafis pakai open source semakin banyak…
Mas hardiena, memang ketentuan atau persyaratan apabila kita ingin mengadakan lomba desain grafis tapi menggunakan Inkscape ataupun Gimp itu apa ya? apa yang membedakan nya sehingga hasil peserta yang dikirim ke panitia itu benar menggunakan opensource (Inkscape & Gimp).
Regards.
@iqbal, untuk Gimp bisa dipastikan peserta harus kirim dalam bentuk xcf dimana didalamnya masih berbentuk layer-layer imagenya.
Nah mas hardiena itukan kalau Gimp peserta harus kirim dalam bentuk xcf, kalau pakai inkscape peserta kirimnya dalam format apa mas?
Regards.
Klo inkscape bisa dilihat filenya dipastikan bukan image yg di embed, selain itu bisa lihat disini perbedaan antara svg punyanya inskcape dengan svg lain http://wiki.inkscape.org/wiki/index.php/Inkscape_SVG_vs._plain_SVG
Selamat pagi bang semangat buat abang.
Desain grfis biasa saya lbih senanf pakek photo shop. Apa yg paling bgus ?
Gimp sudah sangat mumpuni untuk menggantikan photoshop. Ada beberapa kekurangan, contoh: tidak ada CMYK tapi bisa diakalin dengan menambahkan plugins. Apabila interfacenya kurang familiar, bisa pasang ini https://github.com/doctormo/GimpPs
Assalamu’alaikum..mas jadi kalo hasil desain dengan aplikasi GIMP ini boleh di perjual belikan yah?? Karna saya juga takut kalau pakai software bajakan penghasilannya kan jadi haram.
Boleh banget mas, hasil karya yang dibuat menggunakan aplikasi Gimp bisa diperjualbelikan. Selamat berkarya 😀
Desain grafis pake Open Source, jadi tertarik buat belajar.
Btw, kapan ada lomba seperti ini lagi?
Terimakasih
Sebagai pemula yang juga belum ada uang untuk beli lisensi tapi mencari yang halal aja.
Hasil desain pake gimp & inkscape berarti gratis 100% kan buat kita jual?